International
Financial Reporting Standards (IFRS)
IFRS
merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International
Accounting Standar Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional disusun oleh
empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional
(IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal
(IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC). International Accounting Standar
Board (IASB) yang dahulu bernamaInternational Accounting Standar Committee
(IASC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi.
Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar
akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat
diperbandingkan.
Tahun 2001
Badan Standar Akuntansi Internasional
(International Accounting
Standard Board–IASB) menggantikan IASC dan mengambil alih
tanggungjawab per tanggal 1
April 2001. Standar
IASB disebut Standar Pelaporan
Keuangan Internasional (International Financial
Report Standard–IFRS) dan termasuk
di dalamnya IAS
yang dikeluarkan IASC.
International
Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting
Standards (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas
tinggi dan kerangka akuntasi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian
profesional yang kuat dengan disclosures yang jelas dan transparan mengenai
substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu,
dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, pengguna laporan
keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas
antarnegara di berbagai belahan dunia.
Tujuan
dari IFRS sendiri adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan
untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan,
mengandung informasi berkualitas tinggi yang transparansi bagi para pengguna
dan dapat dibandingkan sepanjang peiode yang disajikan.
Standar
Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dirancang sebagai bahasa global umum
untuk urusan bisnis sehingga rekening perusahaan dapat dimengerti dan dapat
dibandingkan melintasi batas internasional (Wikipedia.org).
Mengapa
belum banyak buku tentang IFRS di Indonesia? Karena aturan perundang-undangan
yang ada di Indonesia belum tentu singkron dengan yang aturan yang digunakan
pada IFRS sehingga memerlukan penyesuaian lebih lanjut dan hal inilah yang
menyebabkan belum banyak buku yang memuat tentang IFRS.
Kerangka
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Berdasar IFRS:
Elemen Laporan Keuangan
1. Neraca
2. Laporan
Laba Komperhensif
3. Laporan
Perubahan Ekuitas
4. Laporan
Arus Kas
5. Catatan
Atas Laporan Keuangan
6. Laporan
Posisi Keuangan pada Perioda Komparatif
Basis
Pengukuran
1. Biaya
Perolehan
2. Biaya
Kini
3. Nilai
Realisasi dan Penyelesaian
4. Nilai
Sekarang.
International
Financial Reporting Standards mencakup:
1.
International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan
setelah tahun 2001.
2.
International Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum
tahun 2001.
3.
Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting
Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001.
4.
Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC)
– sebelum tahun 2001.
5.
Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statement (
Kerangka Kerja persiapan dan Penyajian laporan Keuangan ).
Adapun
posisi IFRS/IAS yang sudah diadopsi hingga saat ini dan akan diadopsi pada
tahun 2009 dan 2010 adalah seperti yang tercantum dalam daftar- daftar berikut
ini:
1. IFRS/IAS yang Telah Diadopsi ke dalam PSAK
hingga 31 Desember 2008
a.
IAS 2 Inventories
b.
IAS 10 Events after balance sheet date
c.
IAS 11 Construction contracts
d.
IAS 16 Property, plant and equipment
e.
IAS 17 Leases
f.
IAS 18 Revenues
g.
IAS 19 Employee benefit
h.
IAS 23 Borrowing costs
i.
IAS 32 Financial instruments: presentation
j.
IAS 39 Financial instruments: recognition
and measurement
k.
IAS 40 Investment propert
2. IFRS/IAS
yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2009
a) IFRS
2 Share-based payment
b) IFRS
4 Insurance contracts
c) IFRS
5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
d) IFRS
6 Exploration for and evaluation of mineral resources
e) IFRS
7 Financial instruments: disclosures
f) IAS
1 Presentation of financial statements
g) IAS
27 Consolidated and separate financial statements
h) IAS
28 Investments in associates
i) IFRS
3 Business combination
j) IFRS
8 Segment reporting
k) IAS
8 Accounting policies, changes in accounting estimates and errors
l) IAS
12 Income taxes
m) IAS
21 The effects of changes in foreign exchange rates
n) IAS
26 Accounting and reporting by retirement benefit plans
o) IAS
31 Interests in joint ventures
p) IAS
36 Impairment of assets
q) IAS
37 Provisions, contingent liabilities and contingent assets
r) IAS
38 Intangible assets
3. IFRS/IAS
yang Akan Diadopsi ke dalam PSAK pada Tahun 2010
a.
IAS 7 Cash flow statements
b.
IAS 20 Accounting for government grants
and disclosure of government assistance
c.
IAS 24 Related party disclosure
d.
IAS 29 Financial reporting in
hyperinflationary economies
e.
IAS 33 Earning per share
f.
IAS 34 Interim financial reporting
Pengadopsian Standar Akuntansi Keuangan negara-negara didunia dilatar
belakangi oleh era globalisai menuntut adanya suatu sistem akuntansi
internasional yang dapat diberlakukan secara internasional setiap negara, atau
diperlukan adanya harmonisasi, dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi
keuangan yang dapat diperbandingkan, mempermudah dalam melakukan analisis
kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan, suplier, investor, kreditor.
Namun proses harmonisasi ini memiliki hambatan yaitu nasionalisme dan budaya
setiap negara, perbedaan sistem pemerintahan pada tiap tiap negara, perbedaan
kepentingan anatr perusahaan multi nasional dengan perusahaan nasional yang
sangat mempengaruhi proses harmonisasi antar negara, serta tingginya biaya untik
mengubah prinsip-prinsip akuntansi. Investor dari belanda bisa dengan mudah ber
investasi di Jepang, Amerika, Singapore atau bahkan Indonesia. Kebutuhan ini
tidak bisa terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip
laporan keuangan yang berbeda-beda. Amerika memakai FASB dan US GAAP, Indonesia
memakai PSAK-nya IAI, uni eropa memakai LAS dan LASB.
Rencana
Penerapan Fair Value di Indonesia.
Apa sesungguhnya fair value? selama ini, sistem akuntansi di Indonesia menggunakan konsep historical cost. Konsep ini menggunakan pendekatan biaya perolehan menghasilkan nilai buku. Untuk berbagai kepentingan, laporan nilai buku itulah yang selama ini lazim dijadikan acuan untuk menilai sebuah perusahaan. Dengan kondisi pasar yang semakin dinamis, dan berkembang sangat cepat, akhirnya konsep historical cost dianggap tidak cocok lagi, karena tidak mencerminkan nilai pasar. Sebagai gantinya digunakan konsep Fair Value.
Meskipun telah disepakati bahwa Indonesia akan menerapkan konsep fair value, namun banyak kalangan mengingatkan untung rugi atau risiko-risiko yang ditimbulkannya. Fair value akan menguntungkan pelaku pasar atau investor karena memang mencerminkan nilai pasar yang sebenarnya. “Sebab informasi pasarnya terkini. Hanya, memang, kita akan kesulitan untuk menilai pasar yang tidak aktif. Dan untuk itu diperlukan penilaian model.
Fair value memiliki tiga keunggulan, yaitu laporan keuangan menjadi lebih relevan untuk dasar pengambilan keputusan; meningkatkan keterbandingan laporan keuangan; dan informasi lebih dekat dengan apa yang diinginkan oleh pemakai laporan keuangan. Dengan demikian, potensi laba/rugi sebuah perusahaan jauh jauh hari sudah bisa diprediksikan.
Apa sesungguhnya fair value? selama ini, sistem akuntansi di Indonesia menggunakan konsep historical cost. Konsep ini menggunakan pendekatan biaya perolehan menghasilkan nilai buku. Untuk berbagai kepentingan, laporan nilai buku itulah yang selama ini lazim dijadikan acuan untuk menilai sebuah perusahaan. Dengan kondisi pasar yang semakin dinamis, dan berkembang sangat cepat, akhirnya konsep historical cost dianggap tidak cocok lagi, karena tidak mencerminkan nilai pasar. Sebagai gantinya digunakan konsep Fair Value.
Meskipun telah disepakati bahwa Indonesia akan menerapkan konsep fair value, namun banyak kalangan mengingatkan untung rugi atau risiko-risiko yang ditimbulkannya. Fair value akan menguntungkan pelaku pasar atau investor karena memang mencerminkan nilai pasar yang sebenarnya. “Sebab informasi pasarnya terkini. Hanya, memang, kita akan kesulitan untuk menilai pasar yang tidak aktif. Dan untuk itu diperlukan penilaian model.
Fair value memiliki tiga keunggulan, yaitu laporan keuangan menjadi lebih relevan untuk dasar pengambilan keputusan; meningkatkan keterbandingan laporan keuangan; dan informasi lebih dekat dengan apa yang diinginkan oleh pemakai laporan keuangan. Dengan demikian, potensi laba/rugi sebuah perusahaan jauh jauh hari sudah bisa diprediksikan.
Pada akhir tahun 2004 skandal akuntansi
juga marak dilakukan di Indonesia diantaranya adalah kasus PT Ades Alfindo
dimana PT Ades melaporkan angka penjualan yang lebih tinggi dibanding dengan
jumlah produk yang diproduksi atau dapat disebut juga overstated. Skandal
akuntansi juga terjadi pada PT Perusahaan Gas Negara, PT Indofarma, Tbk. PT
Bank Lippo, Tbk dan PT Kima Farma, Tbk. Kasus-kasus tersebut memiliki motivasi
yang sama yakni mendapatkan keuntungan dengan cara yang ilegal sehingga konflik
kepentingan merupakan area rawan yang perlu dicermati dari setiap kecurangan.
Atas dasar kasus-kasus tersebut, dunia akuntansi membutuhkan sebuah Standar
Akuntansi untuk menjawab tantangan bagaimana pelaporan keuangan harus
dilakukan. Skandal tersebut juga dapat menjadi pembelajaran bahwa dibutuhkan
sebuah standar akuntansi yang diharapkan dapat mengurangi tingkat praktik
kecurangan melalui sebuah standar akuntansi yang lebih baik. Konvergensi
IFRS dilakukan, karena indonesia sudah memiliki komitmen dalam kesepakatan
dengan negara-negara G-20. Tujuan kesepakatan tersebut adalah untuk
meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan. Selain
itu, konvergensi IFRS akan meningkatkan arus investasi global melalui
keterbandingan laporan keuangan. Saat ini sekitar 120 negara sudah berkomitmen
untuk melakukan konvergensi IFRS.
Sumber
http://briaklau22.blogspot.co.id/2011/03/ifrs-internatinal-financial-reporting.html
http://aleciaelvina.blogspot.co.id/2015/12/dampak-implementasi-ifrs-terhadap-dunia.html
http://aleciaelvina.blogspot.co.id/2015/12/dampak-implementasi-ifrs-terhadap-dunia.html
http://aleciaelvina.blogspot.co.id/2015/12/dampak-implementasi-ifrs-terhadap-dunia.html
http://rhinadhacwit.blogspot.co.id/2012/03/kendala-kendala-yang-ada-pada-ifrs.html
